apa sih maksut filsafat ayam potong?

FILSAFAT AYAM POTONG
sumber :http://fisikarudy.blog.com/2009/11/19/filsafat-ayam-potong/#comments

Beberapa ekor ayam duduk termenung dalam keranjang bertingkat yang dibawa mobil pick up dari Banjarmasin ke Palangka Raya. Atau bisa saja dikirimkan ke kota-kota di Kalimantan Tengah sepanjang poros jalur selatan.

Di antara mobil-mobil tersebut ada yang enam tingkat dan ada pula yang hanya tiga atau empat tingkat.
Setiap tingkat diisi dengan ayam yang berbeda-beda kesegaran dan kekuatannya.
Enam tingkatan ini mengingatkan aku akan pelajaran sejarah dan IPS tentang strata tingkatan masyarakat sebagaimana di India.
Tingkatan-tingkatan yang masing-masing berisi ayam dimulai dari tingkat atas hingga tingkat terendah dengan bak dasar.
Ayam-ayam yang berada di tingkat atas aman dari serangan kotoran temannya, sebab berada paling atas dan pada bagian itu paling banyak mendapatkan kesegaran angin jika mobil pick up-nya berlari kencang.

Akibat sering mendapatkan kesegaran angin, ayam-ayam ini seringkali “masuk angin” dan berakhir dengan membuang kotoran.

Karena kotoran ayam bekerja dipengaruhi gravitasi, maka kotorannya akan jatuh ke bawah dan mengenai ayam-ayam pada tingkat 2, begitu seterusnya ayam-ayam ini membuang kotorannya kepada rekannya ayam di tingkat yang bagian bawah.Yang paling mengerikan adalah ayam yang ditaruh pada keranjang yang bertingkat paling bawah sebab menerima hujan kotoran dari rekan-rekan di atasnya yang sering masuk angin. 😦

Dari keseluruhan tingkatan ayam tersebut, kesemuanya dibawa ke rumah pemotongan ayam.
Keseluruhan ayam-ayam itu adalah ayam potong yang akan menyerahkan nyawanya kepada tukang jagal dan kita nikmati sebagai Ayam Goreng, Ayam Goreng Kalasan, Ayam Bakar, Ayam Panggang, Ayam Bakar Taliwang, Ayam goreng kecap, ayam goreng asam manis, ayam ca jamur, dan lain-lain.

Apakah yang dipikirkan seekor ayam ?
Tidak juga berguna, sebab otak mereka kecil sama kecilnya dengan kotoran yang dihasilkan kloaka-nya !

jawab :
manusia, sama halnya seperti ayam potong tsb..
bernasib sama..menerima kehidupan yg sudah ditakdirkan,
dan berada dalam tingkatan2 di dunia ini..
kadang kita dibawah. kadang ada yg diatas..
kadang kita jadi diatas, dan tak merasakan berada di bawah..

ayam yg berada dibawah, ibaratkan saja sebagai manusia..
yang ‘kurang beruntung’ dan harus menerima berbagai macam kesulitan2 dalam kerasnya hidup.. kita berada dalam zaman yg ‘keras’ dan ‘tak adil’..
tetapi, ada juga yang ditakdirkan menjadi ‘diatas’ .. mereka, yang serba enak, dan kadang semena-mena serta melimpahkan nya kepada yg berada di bawah….(ayam yg buang kotoran krn masuk angin) 😀
tetapi, tidak berarti yg berada di atas tadi tidak pernah mengalami kesulitan..
secara duniawi’ kita telah diciptakan masing2 dengan berbagai tujuan, yaitu saling melengkapi..*melengkapi opini bung Raynaldi..

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s